Selasa, 02 Juni 2015



Kegiatan Temu Lapang Dalam Rangka Displai Varietas Padi Inpari 30, 31 dan 32

Bertempat di areal persawahan kelompok tani Sido Dadi desa Kalimanah Wetan, hari ini (3/6) telah dilaksanakan kegiatan Temu Lapang yang diisi dengan demo/peragaan pemakaian mesin tanam (transplanter) dan alat caplak Jajar Legowo 2 : 1.  Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Displai varietas yang sedang dilaksanakan oleh Balai Penyuluhan Kecamatan Kalimanah yang difasilitasi oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Jawa Tengah.
Dalam kesempatan tersebut hadir  DR. Ir. Djoko Pramono, peneliti dari BPTP Jateng, Kepala BPPKP Kabupaten Purbalingga Ir. Lily Purwati, Kabid TPH Dintanbunhut Ir Sukram, MP, Muspika Kecamatan Kalimanah, para penyuluh dan para petani se wilayah Kecamatan Kalimanah termasuk para operator display yang merupakan para petani anggota Kelompok Tani Sida Dadi Desa Kalimanah Wetan. 
Menurut  Djoko Pramono, keberadaan alat mesin tanam padi (transplanter) merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi kesulitan tenaga tanam yang selama ini dikeluhkan oleh petani.  Diharapkan dengan adanya mesin tersebut percepatan tanam pada areal pertanaman sawah dapat dilaksanakan tepat waktu, tanpa terkendala kurangnya tenaga tanam.  Sedangkan alat caplak Jajar Legowo diperkenalkan kepada petani dalam rangka mempermudah petani menerapkan tanam Jajar Legowo yang saat ini digencar diperkenalkan kepada petani.  Masih menurut Djoko, sistem tanam Jajar Legowo dikenalkan kepada petani karena banyak keuntungan yang didapat jika cara tersebut dilaksanakan.  “ Dengan Jajar Legowo (Jarwo), akan didapatkan efek pinggir (border efek) pada tanaman padi, selain itu populasi (jumlah rumpun) juga akan meningkat, produksi juga dapat meningkat sampai 15 persen, dan tanaman akan mudah dalam pemeliharaannya”.
Lebih lanjut peneliti senior BPTP tersebut menjelaskan bahwa pengenalan alat bantu Caplak Jarwo maupun mesin transplanter dimaskudkan  untuk mendukung Upsus (Upaya Khusus) Peningkatan Produksi Padi Jagung Kedelai yang dicanangkan oleh pemerintahan Joko Widodo.  Pada areal display, akan diperkenalkan varietas unggul baru yaitu Inpari 30, 31 dan 32.  Inpari 30 merupakan varietas padi unggul baru yang tahan genangan, Inpari 31 merupakan varietas yang tahan Wereng Batang Coklat, sedangkan Inpari 32 merupakan varietas yang tahan penyakit kresek.  Display varietas dimaksudkan agar varietas baru tersebut dikenal oleh masyarakat, selanjutnya dimasa yang akan datang dapat ditanam dan dikembangkan oleh petani di Purbalingga sesuai dengan minat para petani.
Selanjutnya Ir Lily Purwati, dalam kesempatan tersebut juga mendorong dan memberikan motivasi kepada para petani agar terus meningkatkan produktivitas lahan pertaniannya dengan menerapkan teknologi sesuai anjuran dan menerapkan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), diantaranya dengan menggunakan bibit bermutu, melakasanakan pemupukan berimbang,  pengairan berselang, termasuk didalamnya menerapkan cara tanam Jajar Legowo (Jarwo), dengan Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP PTT) diharapkan target yang dibebankan dalam Upsus Pajale dapat tercapai.