Kegiatan Temu Lapang Dalam Rangka Displai Varietas Padi Inpari 30, 31
dan 32
Bertempat di
areal persawahan kelompok tani Sido Dadi desa Kalimanah Wetan, hari ini (3/6)
telah dilaksanakan kegiatan Temu Lapang yang diisi dengan demo/peragaan
pemakaian mesin tanam (transplanter) dan alat caplak Jajar Legowo 2 : 1. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian
kegiatan Displai varietas yang sedang dilaksanakan oleh Balai Penyuluhan
Kecamatan Kalimanah yang difasilitasi oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian
(BPTP) Provinsi Jawa Tengah.
Dalam
kesempatan tersebut hadir DR. Ir. Djoko
Pramono, peneliti dari BPTP Jateng, Kepala BPPKP Kabupaten Purbalingga Ir. Lily
Purwati, Kabid TPH Dintanbunhut Ir Sukram, MP, Muspika Kecamatan Kalimanah,
para penyuluh dan para petani se wilayah Kecamatan Kalimanah termasuk para
operator display yang merupakan para petani anggota Kelompok Tani Sida Dadi
Desa Kalimanah Wetan.
Menurut Djoko Pramono, keberadaan alat mesin tanam
padi (transplanter) merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk
mengatasi kesulitan tenaga tanam yang selama ini dikeluhkan oleh petani. Diharapkan dengan adanya mesin tersebut
percepatan tanam pada areal pertanaman sawah dapat dilaksanakan tepat waktu,
tanpa terkendala kurangnya tenaga tanam.
Sedangkan alat caplak Jajar Legowo diperkenalkan kepada petani dalam
rangka mempermudah petani menerapkan tanam Jajar Legowo yang saat ini digencar
diperkenalkan kepada petani. Masih
menurut Djoko, sistem tanam Jajar Legowo dikenalkan kepada petani karena banyak
keuntungan yang didapat jika cara tersebut dilaksanakan. “ Dengan Jajar Legowo (Jarwo), akan
didapatkan efek pinggir (border efek) pada tanaman padi, selain itu populasi
(jumlah rumpun) juga akan meningkat, produksi juga dapat meningkat sampai 15
persen, dan tanaman akan mudah dalam pemeliharaannya”.
Lebih lanjut
peneliti senior BPTP tersebut menjelaskan bahwa pengenalan alat bantu Caplak
Jarwo maupun mesin transplanter dimaskudkan untuk mendukung Upsus (Upaya Khusus) Peningkatan
Produksi Padi Jagung Kedelai yang dicanangkan oleh pemerintahan Joko
Widodo. Pada areal display, akan
diperkenalkan varietas unggul baru yaitu Inpari 30, 31 dan 32. Inpari 30 merupakan varietas padi unggul baru
yang tahan genangan, Inpari 31 merupakan varietas yang tahan Wereng Batang
Coklat, sedangkan Inpari 32 merupakan varietas yang tahan penyakit kresek. Display varietas dimaksudkan agar varietas
baru tersebut dikenal oleh masyarakat, selanjutnya dimasa yang akan datang
dapat ditanam dan dikembangkan oleh petani di Purbalingga sesuai dengan minat
para petani.
Selanjutnya Ir
Lily Purwati, dalam kesempatan tersebut juga mendorong dan memberikan motivasi
kepada para petani agar terus meningkatkan produktivitas lahan pertaniannya
dengan menerapkan teknologi sesuai anjuran dan menerapkan Pengelolaan Tanaman
Terpadu (PTT), diantaranya dengan menggunakan bibit bermutu, melakasanakan
pemupukan berimbang, pengairan
berselang, termasuk didalamnya menerapkan cara tanam Jajar Legowo (Jarwo),
dengan Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP PTT) diharapkan target
yang dibebankan dalam Upsus Pajale dapat tercapai.






